Level Teman dan Pergaulan

teman

Dear readers,

Kali ini gue bakal sharing tentang ilmu yang gue dapet dari suatu acara dakwah populer yang tayang di salah satu stasiun televisi (TV) swasta nasional. Jadi ceritanya gue gak nonton acara ini secara langsung pake mata gue, tapi gue denger dari kamar sambil baring-baring (secara grandma nyetel volume tv nya keras banget sampe tetangga bisa numpang denger TV)

Eiiits buat yang non-muslim, jangan kabur dulu ya. Meskipun postingan gue ini sumbernya dari acara dakwah muslim, ilmunya bisa diterapin sama semua orang tanpa terkecuali kok. Tulisan ini gue kembangin sendiri yang kerangka materinya berasal dari sumber.

Topik bahasan kita kali ini adalah tentang pergaulan. Siapa sih orang yang gak pernah bergaul didunia ini? pasti gak ada dong ya. Secara manusia adalah makhluk sosial, yang gak bisa hidup tanpa orang lain. Mungkin ada orang-orang sombong diluar sana yang mengaku bisa hidup MANDIRI tanpa perlu SATU ORANG PUN selama-lamanya. ini adalah statement yang jelas-jelas pembodohan. kenapa gue bilang gitu? ini dia alasan konkritnya:

  1. Kita lahir ke dunia dengan cara “dilahirkan” oleh seseorang yang kita panggil ibu. Seseorang yang gak percaya tuhan pemberi hidup pun tidak bisa menyangkal bahwa dia lahir kedunia ini sudah membutuhkan orang lain, yakni ibunya.
  2. Kita meninggal membutuhkan orang lain yang akan mengurusi jasad kita hingga proses selanjutnya sesuai kepercayaan masing-masing. Bisa teman-teman bayangkan kalau kita hidup sendiri, waktu merasa sekarat kita gali lubang kubur kita sendiri, terus nunggu hembusan nafas terakhir lalu jatuh kedalam lubang sambil memencet tombol remote agar tanah secara otomatis menutupi kuburan kita? naudzubillah, jangan sampe deh.

Selain alasan konkrit diatas, masih ada alasan berperasaan lainnya, contohnya nih kebutuhan manusia akan pasangan hidup. Memang sebagian kecil orang berpendapat selama mereka mempunyai harta, tahta, ataupun karir yang gemilang, mungkin mereka bisa bertahan hidup tanpa adanya pasangan hidup. Tapi sebagian besar lainnya termasuk saya, menganggap pasangan hidup adalah hal yang paling ditunggu-tunggu (apabila sudah tiba waktunya).

Nah mukadimah diatas cuman buat buktiin bahwa kita manusia adalah makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain, teman, yang artinya pasti perlu terlibat dalam pergaulan.

Berikut adalah tahapan dalam pergaulan:

  • Saling Mengenal, adalah tahap awal dalam pergaulan. Apabila kita ingin bergaul dengan seseorang, pasti syarat utamanya kita harus kenal siapa dia dan dia harus kenal siapa kita.
  • Saling Memahami, ditahap ini pertemanan sudah mulai beranjak lebih dekat. Contohnya kita punya teman yang tiap berbicara tuh suaranya keras, terkesan agak ngotot jika menyampaikan pendapat. Namun ternyata itu adalah karakter bawaannya, yang bersifat keras, jadi apabila kita telah saling memahami, kita akan memaklumi sifat atau tindakan teman yang kita nilai kurang baik.
  • Saling Menolong, memasuki tahap yang lebih dalam kita akan dengan senang hati membantu teman yang membutuhkan tanpa pamrih. Apabila sekedar kenal dengannya, mungkin kita enggan membantu.
  • Saling Memaafkan, teman yang baik akan mencoba memaafkan teman yang menyakitinya meski mungkin itu sangat berat baginya. Saling memaafkan merupakan kebiasaan yang baik, agar tidak ada dendam yang tersimpan.

Tips untuk menjaga keharmonisan pergaulan kita, berikut adalah hal yang bisa kita lakukan:

  • Hargai Orang Lain, bagaimana perasaan kita jika punya teman yang senantiasa meremehkan kemampuan kita? malesin banget deh. Teman yang baik itu yang bisa menghargai kita apa adanya, mendukung kita apabila kita merasa kurang.
  • Saling Mengerti Kemauan. Apabila suatu waktu kita ingin sekali menonton film favorit dibioskop, kita hendak mengajak teman dekat kita. Namun saat bertemu wajahnya terlihat sangat murung, kita pun mengurungkan niat kita untuk mengajaknya nonton dan lebih berusaha membuatnya rileks, mungkin dengan jalan-jalan kepantai atau hal semacamnya.
  • Jadikan candaan sebagai hiburan. Istilah anak muda jaman sekarang, candaan ibarat oksigennya pergaulan. pernyataan ini memang dirasa sangat benar. Candaan dibutuhkan untuk bergaul dengan semua orang, namun harus disesuaikan tingkat candaannya. Candaan saat kita berada dirumah, dikantor, dikampus ataupun saat bermain dengan adik yang berumur 4 tahun memiliki level yang berbeda. kita harus bisa menempatkan diri siapa kita dan dimana kita berada.
  • Saling Menasehati. Teman yang baik bukanlah teman yang setuju akan semua keinginanmu, namun mereka yang memilah-milah hal yang baik dan tidak baik bagimu. Kewajiban kita sebagai teman sekedar mengingatkan, yang perlu digarisbawahi adalah tidak berhak memaksa.

Teman terbagi atas beberapa tingkatan, yakni:

  • Teman ibarat makanan. Teman dilevel ini sangat kita butuhkan. ibarat makan yang rutin kita konsumsi 3 kali sehari. Tanpa dia kita merasa kurang, dan dengan adanya dia membuat kita merasa CUCOK. Contohnya tuh seperti salah satu iklan network provider yang mengisahkan seorang cewek yang selalu telfon sahabat cewek  setiap butuh. Ini kutipan obrolannya |Kacamataku hilang..|dikepala|oh iya. Tas aku ilang..|dipunggung|oh iya. Hapeku??|hufft . Padahal si cewek yang nelfon tuh lagi gendong tas pake kacamata dikepalanya sambil telfonan. Sabar banget ya soulmatenya layanin pertanyaannya😀
  • Teman ibarat obat. Kalau tipe yang satu ini kita butuh, namun porsinya tidak banyak, hanya sekali-sekali saja. Contohnya nih, sebut saja namanya endah (diri sendiri) sewaktu mendekati UN SMK bak bintang sekolah. Tiap lewatin cowok-cowok pada sok kenal tuh mereka, minta no hape, nawarin antar pulang. Alibi banget deh, mereka gak perlu gitu aku emang orangnya baik kok, bisa bantu-bantu pas Try Out dan usahain UN-nya. Meski bukan cewek paling populer, seengaknya 70% warga sekolah pasti tau gue kok, 30%nya mereka yang hobi cabut pas apel pagi, gak pernah liat gue kalo lagi di podium upacara. #narsis
  • Teman ibarat penyakit, ini adalah tipe yang tidak baik untuk kita. Apabila dekat dengannya kita bisa terkena pengaruh buruk. Contohnya ada seorang cowok A yang punya teman cowok pemabuk B, diawal pergaulan mungkin si A tidak terpengaruh kelakuan buruk si B. Namun seiring berjalannya waktu tidak bisa dijamin bahwa A tidak akan terpengaruh B. inilah yang dianggap teman ibarat penyakit, lambat laun bisa mematikan.
  • Teman ibarat racun. Jenis teman yang satu ini wajib dihindari dan dijauhi. Jangan pernah ngerasa gak enak kalo mau jauhin temen-temen yang kayak gini. Teman ini hanya bisa membawa pengaruh buruk dan menjadikan kita pribadi yang lebih buruk dari sebelumnya. Contohnya simpel aja. Seandainya kita punya teman pemabuk, dan dia mengerti kalo kita tidak ingin ikut-ikutan mabuk, itu masih ditingkat teman ibarat penyakit. Teman yang ibarat racun adalah misalnya dia pemabuk, jika kita ingin bergaul dengannya kita harus ikut mabuk juga. Contoh lainnya teman yang bertato, apabila dia mengajak bahkan memaksa kita untuk ikut mengukir tubuh kita dengan tato juga, supaya macho lah dan semacamnya.

Setelah mengetahui hal-hal seputar pergaulan diatas, diharapkana kita bisa mengambil hikmahnya. Dalam berteman, kita memang tidak boleh pilih-pilih dalam konteks perbedaan agama, rasa, suku, maupun tingkat sosial. Yang harus kita pilah adalah teman mana yang akan membawa pengaruh baik, dan mana yang akan membawa pengaruh buruk.

Sekian tulisan gue, semoga bermanfaat buat lo yang membaca. Salam sejahtera, Wassalamu’alaikum!

Sumber :  “Mamah dan Aa’ Beraksi” Edisi 9 Desember 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s