Curahan Hati Pasca Pengumuman Rekapitulasi Pilpres 2014 oleh KPU

Prabowo JK

Assalamu’allaikum, selamat pagi rekan..

Pagi ini saya merasa tidak fit. Puasa tidak bisa dijadikan alasan atas kondisi badan saya ini, namun saya rasa pengaruh pengumuman pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin malam berkontribusi paling besar. Berhubung aktivitas blogging bukan sekedar sarana berbagi informasi, namun juga sah jika berisi curahan hati, maka hal inilah yang akan saya lakukan saat ini.

Jadwal pengumuman rekapitulasi jam 16.00 WIB yang akan ditayangkan di sejumlah saluran televisi amat kami nantikan di kantor. Rencananya kami akan menonton live streaming saluran tv disitus internet. Namun apa daya koneksi internet dikantor kami kembali mengalami gangguan. Tidak kehabisan akal, kami pun berniat menonton dari gadget. Lagi-lagi kami tidak dapat mengakses online TV karena terlalu banyak yang mengakses situs tersebut. Alhasil saya melanjutkan pekerjaan dan berharap akan ada siaran tundanya kemudian.

Telah lewat dari jam 17.00, saatnya kami untuk bergegas pulang. Sebatas informasi tambahan untuk pemirsa, teman-teman sekantor saya itu loyalitas kerjanya tinggi. Bekerja sering melewati jam kerja, terutama para senior. Maklum lah kami bekerja sebagai auditor, sehingga ada sesuatu yang diperjuangkan untuk lembur kerja dikantor maupun dirumah bagi para senior (bahasa lain: bonus). Namun kini saya adalah seorang junior, memerlukan waktu dan insentif sepadan untuk sampai ketingkat itu.

Kembali ke topik pembicaraan, sepulang kerja saya tidak bisa serta merta menuju rumah, karena saya mempunyai jadwal bimbingan Kerja Praktek dan agenda lain malam itu. Sebagai catatan, saya adalah mahasiswa semester 6 yang sedang dalam proses Kerja Praktek (KP) dan skripsi. Tempat saya kerja praktek adalah sebuah yayasan yang berbeda dengan kantor tempat saya bekerja. Saya berperan sebagai konsultan untuk membangun sistem akuntansi di lembaga yang tidak pernah melakukan pembukuan sama sekali tersebut. Sebagian besar mahasiswa setingkat saya di Universitas Internasional Batam memiliki rutinitas sama seperti saya. Rutinitas kerja pada pagi hingga sore hari Senin s.d. Jum’at dan malamnya harus bimbingan KP atau skripsi, sementara sabtu dan minggu kunjungan KP serta mendesain sistem akuntansi untuk klien KP. Belum lagi ditambah minat saya yang begitu besar pada perkembangan politik tahun ini. Bisa bayangkan seberapa banyak pikiran saya terkuras untuk semua hal itu??

Imbas dari itu semua adalah akhir-akhir ini saya merasa cepat letih, lunglai, dan pegal-pegal. Sesampainya dirumah pun saya langsung Ka O (bahasa kampung saya Knock Out alias teler). Saat terbangun, waktu sahur pun tiba, seperti biasa saya menyalakan televisi sebagai selingan dikala makan sahur. Disaluran manapun sedang santer dibahas hasil rekapitulasi pilpres 2014. Ternyata pengumuman rekapitulasi diundur hingga jam 21.00 WIB kemarin malam. Saya ketinggalan beberapa berita, namun sempat menonton ulasan salah satu acara berita di SCTV secara penuh.

Hasil real count pilpres 2014 menunjukkan bahwa pasangan capres-cawapres no. urut 2 atas nama Jokowi Dodo unggul dengan perolehan suara 73 juta-an suara atau presentase 53%(koma sekian), sedangkan pasangan capres-cawapres no. urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 62juta-an suara dengan presentase 46%(koma sekian).

DUUUUERRR – ZZZZRRRRTTT – GUBRAKKK – CIIIKKK

Saya merasa seperti berjalan dekat tiang listrik sendirian pada cuaca hujan mendung, ‘petir berbunyi – menyambar tiang listrik – tiang listrik roboh – saya jatuh keselokan untuk menghindari tiang listrik’ (analogi yang cukup alay).

Respon yang sangat terlambat, saya sudah bisa membayangkan seberapa heboh kicauan pendukung Jokowi-JK di twitter sejak jam 21.00 WIB tadi malam. Namun inilah saya, dengan keterbatasan gadget dan koneksi internet. Sungguh hasil real count itu seperti shock theraphy bagi saya. Mungkin saking besarnya harapan saya pada Pak Prabowo Subianto dan Pak Hatta Rajasa untuk memimpin negeri ini, hingga tertoreh kekecewaan yang begitu dalam atas hasil pilpres yang diumumkan oleh KPU. Bahkan sebelumnya saya kerap berdoa kepada allah agar meridhoi mereka untuk dapat memenangkan pilpres 2014 ini. Jujur baru kali ini lah saya berdoa untuk pemimpin, padahal biasanya saya hanya berdoa untuk pengampunan dosa dan penjagaan rahmat serta rezeki saya, ayah dan keluarga yang telah meninggal, keluarga saya, serta seluruh umat muslim pada umumnya.

Selama ini saya amat mendukung pasangan No. 1, namun tidak pernah saya berkata kasar ataupun mencaci-maki pasangan lainnya. Saya selalu berusaha menghormati pilihan orang lain, meski kicauan pendukung lain maupun pendukung pasangan lainnya banyak yang sarat akan kata kasar. Dukungan ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya menginginkan pemimpim yang terbaik (diantara kedua pasangan) untuk memimpin negeri ini. Yang saya percayai sebagai pasangan terbaik adalah pasangan No. 1 Prabowo-Hatta.

Setelah saya renungkan sejenak disela pekerjaan, barulah saya memahami bahwa kekagetan psikis ini disebabkan kecintaan dan kepedulian saya yang begitu besar terhadap bangsa dan tanah air Indonesia Raya.

Jika seseorang beranggapan apapun hasil pemilu tidak akan berpengaruh kepadanya, tidak menjadi suatu masalah. Jadi bila saya mengganggap hasil pemilu sangat berarti bagi saya, tidak ada pula yang berhak menyalahkan. Yang mampu saya lakukan sekarang adalah berdoa demi kebaikan dan kesejahteraan bangsa ini. Apapun yang Allah Swt. gariskan adalah yang kita butuhkan. Entah nantinya hasil pemilu disengketakan ke Mahkamah Konstitusi, entah akan dilaksanakan pemilu ulang, atau entah Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla akan memimpin negeri ini 5 tahun kedepan. Mari kita serahkan kepada tuhan kita yang satu, tuhan kita yang maha bijaksana, Allah Swt. Karena sesungguhnya manusia hanya dapat berusaha, namun tuhan jualah hakimnya.

Sekian curahan hati dari saya, semoga saya dan rekan yang senasib bisa kembali move-on dari kegalauan pasca pengumuman hasil rekapitulasi pemilihan presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Kita tunggu saja penobatan presiden dan wakil presiden oktober mendatang.

Wassalam, salam sejahtera untuk kita semua.

 

Foto: merdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s