Is It Lucid Dream? Mimpi Terasa Nyata part 1

lucid-dreaming1 (1)

Pendaki dan Pemburu Berpeluru

Entah apa yang sedang aku dan teman-teman masa sekolahku lakukan disini. Tentu saja aku satu-satunya wanita yang berada ditempat ini, sebuah tempat berteduh layaknya pos keamanan berukuran sedang. Seperti biasa, hanya akulah wanita yang cukup punya nyali untuk berpartisipasi mendaki di alam terbuka ini bersama pejantan-pejantan sahabat karibku. Mungkin saja kami lelah, hingga akhirnya kami memutuskan untuk rehat sejenak ditempat ini. Saat sedang asyik bercanda ria menertawakan hal-hal yang tidak berguna, berhentilah sebuah mobil jeep 5 meter didepan posisi kami saat ini. Kesan yang terbangun begitu melihat mobil jeep adalah “penjahat, penculik, dan menyeramkan”. Turunlah seorang pria paruh baya dengan membawa suatu map dalam genggamannya. Tawa kami berhenti mendadak, memandangi pria tersebut dengan tanya. Langkahnya terseok-seok, namun berusaha berjalan secepatnya bagaikan dikejar setan. Aku dan keempat temanku saling berpandangan, hingga mobil jeep berlalu dan pria misterius pun menghilang.   

Belum sempat kami melanjutkan obrolan tentang keanehan yang terjadi, kembali datang beberapa mobil sedan modifikasi diarah jam 10. Sekitar 15 meter dari tempat kami berada sekarang, segerombolan pemuda berbadan tegap seperti sedang memburu sesuatu. Benakku merasa sangat ganjil, bagaimana bisa dijalanan tanah berbatu yang tidak luas ini berlalu orang-orang seperti itu. Apa keperluan mereka disini? Dibagian hilir pulau ini memang terdapat penginapan mewah bertemakan tradisional. Namun setahuku area ini hanya digunakan wisatawan untuk olahraga mendaki. Idris, salah satu sahabatku mengatakan bahwa pemuda-pemuda yang keluar dari mobil itu berseragam lengkap dengan senjata ditangannya. “Oh. mungkin mereka habis main air soft-gun dibawah” jawab temanku yang lain. Entah kenapa perasaanku sangat tidak enak. Ak bahkan mengajak teman-temanku untuk segera melanjutkan perjalanan dan pergi dari tempat itu.

Terlihat olehku para pemuda berseragam saling mengangkat senjatanya, dan “dooorrr”. Ternyata benar hanya air soft-gun, yang tentunya bunyinya bukan dooor seperti bunyi diatas. Sontak teman-temanku tertawa lepas melihatku telah menunduk dan berjongkok seperti menghindari tembakan. Aku tak peduli dengan bahan tertawaan mereka, melirik kearah jam 10 lagi dan keluarlah pemuda-pemuda lain dari mobil yang berada diarah belakang, Tetap saja rasa khawatirku timbul. Aku tetap merasa ganjil dengan semua kejadian sejak kami duduk ditempat ini. Aku merengek pada teman-temanku untuk segera berlari meninggalkan tempat itu. Segerombolan pemuda terlihat berpencar, sebagian besar dari mereka menuju kearah kami. Dag dig dug jantungku berdetak sangat kencang. Aku memikirkan bagaimana cara kabur dari tempat itu, sungguh perasaanku sangat tidak karuan saat itu.

Door door doorr!! Betapa terperanjatnya teman-temanku, hingga mereka langsung merunduk dalam pos keamanan tersebut. Kali ini adalah tembakan dari senjata api asli. Memang ditembakan ke udara, namun hal tersebut membuatku yakin untuk segera berlari sekuat mungkin. Disaat semua temanku panik setengah mati dengan posisi merunduk-runduk, aku mengambil langkah berani untuk kabur dan berlari sepenuh tenaga. Sialnya jalanan yang kulalui menanjak dan berbatu. OH NO!! aku dapat merasakan pemuda bersenjata mengejarku. Ya allah lindungilah teman-temanku yang kutinggalkan dibelakang, begitu pikirku. Aku terus berlari, tembakan demi tembakan terlepas ke udara. Beruntung aku memiliki tubuh yang kecil dan gesit. Allah melindungiku hingga tidak ada satupun peluru menyasar ke tubuhku.

Aku merasa lelah, jalanan ini terus menanjak. Aku tak berpikir panjang saat salah satu pemuda hanya berjarak 3 meter dibelakangku. Dibatas jurang itu, aku melemparkan diriku, mencoba meraih bagian pohon yang menjuntai kebawah. Berharap aku dapat mendarat di kedalaman jurang yang entah berapa satuan meternya dengan selamat. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah melarikan diri dari pemuda bersenjata tak dikenal yang mengejarku. Sensasi yang kurasakan bagai berperan sebagai tarzan dalam film. Berpindah dari pohon yang satu dengan pohon yang lain dengan mengayunkan ranting besar yang menjuntai panjang. Ayunan demi ayunan mengantarkanku kian ke hilir jurang. Ayunan terakhir mengantarkanku pada suatu tempat.

Tempat ini terasa tak asing bagiku. Benar saja, setelah kulihat sekeliling, ini adalah penginapan bernuansa tradisional yang menyambut kami saat pertama kali mendarat dipulau ini. Namun aku sadar kemudian, jika aku sedang berada dikawasan kolam renang di lantai 5 gedung ini. Tempat peristirahatan kami dalam pendakian tadi berada tepat diatas penginapan ini. Aku sontak berpikir untuk meninggalkan pulau ini secepatnya. Ada sesuatu yang ganjil disini, dan aku telah terlibat kedalamnya secara tidak sengaja. Sedih memikirkan nasib teman-temanku yang mungkin sekarang sudah tertangkap oleh sekelompok orang tak dikenal tersebut. Aku sangat yakin mereka bukanlah orang baik-baik. Mana mungkin orang baik akan menembakan peluru secara acak pada orang tak berdosa, bahkan mengejar hingga aku terlihat sangat kusut seperti ini.

Pada saat genting bahkan lift penginapan tidak mendukung rencanaku, aku pun mencari tangga darurat dengan cepat. Langkahku berpacu dengan waktu. Aku yakin orang-orang jahat itu akan mencariku hingga ke penginapan ini. Sambil berlari menuruni ratusan anak tangga, aku mencoba mengaitkan benang merah antara semua hal yang terjadi hari ini. Aku menyimpulkan bahwa orang yang sedang dicari oleh gerombolan tersebut adalah pria paruh baya yang kami lihat turun dari mobil jeep. Hal yang mereka inginkan pastilah map yang dibawa oleh pria itu. Aku tak begitu memperhatikan, namun sekilas kulihat pria itu menggenggam map dengan sangat erat, bahkan terus melihat kanan-kiri dengan muka cemas. Namun apa alasan mereka memburuku dan menangkap teman-temanku juga? Jika kuanalisis lebih jauh, penjahat biasanya akan melenyapkan seluruh hal yang bisa membahayakan mereka, termasuk saksi-saksi yang tidak berdosa.

Akhirnya aku tiba dilantai dasar. Aku ingin bergegas keluar, namun langkahku terhenti saat kulihat pemuda-pemuda tegap terlihat hendak memasuki pintu depan penginapan. Pintu kaca itu memperlihatkan jelas bahwa tampilan mereka sama persis dengan orang yang mengejarku di hutan tadi. Bersembunyi disamping meja resepsionis, aku terus memikirkan jalan keluar lain. Sementara pemuda-pemuda tegap telah memasuki penginapan dan menyebar ke tangga dan lift. “Ya allah tolong hamba!!” jeritku dalam hati. Saat kuanggap situasi aman, aku segera berjalan cepat menuju belakang, berharap akan ada pintu keluar disisi belakang gedung yang mampu menyelamatkanku. Belum genap 20 langkah aku berjalan, ak bertatap mata dengan salah satu pemuda yang sedang berada 1 lantai diatasku. Dia berteriak memberi kode pada rekannya untuk memberitahukan posisiku. Aku bergegas mencari jalan keluar, menuju suatu pintu yang kuharap pintu keluar. Aku memberanikan diri menghadap kebelakang, mendapati seorang pemuda tegap mengarahkan senjata padaku. Degup jantung memuncak, seketika kubuka pintu itu sekuat tenaga. Dan….

“Endaaaahhhh, solat subuhnya! udah jam berapa nih.” teriak mama menghentikan petualanganku yang hampir mencapai akhir cerita. Yap ternyata semua itu hanya MIMPI!. Bukan kali ini saja aku mengalami mimpi yang bergenre petualangan. Mimpi yang terasa begitu nyata, memberikan sensasi berbeda saat bangun pada pagi harinya. Napasku terasa terengah-engah, badan terasa lemas, dan feeling excited pastinya! Bahkan hingga beberapa hari kemudian aku tetap dapat mengingat detail cerita yang aku alami dalam mimpi. Terdapat beberapa alasan rasional atas mimpi-mimpi yang selama ini kualami. Aku sedang mengupas lebih dalam tentang lucid dream yang mungkin kualami. Alasan rasional lainnya adalah ini efek penyakit narkolepsi yang mungkin kuderita. Apapun alasan atas mimpiku, mulai saat ini aku akan mendokumentasikan setiap mimpi yang terasa nyata. Semoga hal ini dapat menjadi tambahan wawasan pembaca. Bagi pembaca yang lebih ahli dalam lucid dream, dapat juga berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan saya.

Terima kasih telah berkunjung dan membaca karya saya.

Batam, 30 Januari 2014

LinkedIn/Facebook: Endah Riwayatun, Instagram/twitter: @endahriwayatun, Email: endahriwayatun@gmail.com

Gambar ilustrasi

2 thoughts on “Is It Lucid Dream? Mimpi Terasa Nyata part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s